BANDUNG – Bukan hanya begal yang meresahkan masyarakat, namun kini tak sedikit Geng motor yang ugal-ugalan dan mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Maraknya aksi kriminal hingga menimbulkan korban berjatuhan membuat Kapolda Jawa Barat (Jabar), Irjen Pol Suntana menginstruksikan anggotanya untuk melakukan tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan terutama begal dan geng motor yang menggangu kamtibmas.
Tak segan-segan, polisi pun mengancam bakal menembak pelaku “kejahatan jalanan” di tempat.
“Bapak Kapolda menginstruksikan Kapolres untuk mengambil tindakan tegas kepada aksi kekerasan yang menggangu Kamtibmas, atas perintah itu Kapolres memerintahkan anggotanya untuk tembak di tempat (pelaku kejahatan)” kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Ibrahim Tompo, Kamis (2/6/2022).
Polda Jabar mencatat beberapa daerah seperti Sukabumi, Bogor, dan Cirebon menjadi wilayah dengan tingkat kejahatan paling tinggi di Jawa Barat.
“Di daerah sudah banyak menimbulkan korban, malahan masyarakat tidak nyaman dan resah, apalagi kalau malam,” kata Ibrahim.
Untuk itu, polisi telah menggelar operasi Bina Kusuma dan Operasi Libas 2022 yang mengendepankan tindakan preventif dan preventif. Adapun operasi libas 2022 berorientasi pada tindakan represif.
“Belakangan banyak terjadi kejahatan geng motor dan aksi kekerasan dilatarbelakangi kelompok masyarakat atau pemuda, tetapi langkah persuasif dikedepankan apabila memang cukup mengganggu keamanan dan kekisruhan anggota dipersilakan mengambil langkah tegas,” pungkasnya.
