BANDUNG — Sebanyak 184 pelajar SMP negeri di Kota Bandung menerima penghargaan The Duke of Edinburgh’s International Award Indonesia di Pendopo Kota Bandung, Kamis, 22 Oktober 2026. Program ini mendorong pelajar mengembangkan keterampilan, kepedulian sosial, aktivitas fisik, dan karakter melalui berbagai kegiatan di luar pembelajaran akademis.
Dari jumlah tersebut, 152 pelajar meraih Bronze Award, 18 pelajar meraih Silver Award, dan 17 pelajar memperoleh Gold Award. Mereka merupakan bagian dari proyek percontohan program yang melibatkan sejumlah SMP negeri di Kota Bandung.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, pengembangan karakter penting dilakukan sejak usia sekolah, terutama ketika anak muda semakin mudah mengakses informasi melalui teknologi digital. Menurutnya, kemampuan akademis perlu diimbangi dengan pemahaman tentang nilai, norma, dan etika agar pelajar mampu mengambil keputusan secara bijak.
“Yang paling penting bukan hanya sekadar knowledge-nya, tapi karakternya juga mesti kuat. Kita harus bisa mengerti nilai-nilai dan norma yang kita percayai sebagai hal yang baik. Mana yang baik, mana yang buruk, mana yang benar, mana yang salah, mana yang etis dan mana yang tidak etis,” ujar Farhan.
Bukan Sekadar Mengejar Penghargaan
National Director The Duke of Edinburgh’s International Award Indonesia, Aurina Setyawitta, menjelaskan bahwa program ini bukan hanya tentang mendapatkan penghargaan. Peserta juga menjalani proses untuk mengenali potensi diri dan membangun karakter melalui pengalaman langsung.
“Penghargaan ini bukan semata-mata tentang apa yang telah kalian capai, melainkan tentang siapa diri kalian yang kalian temukan selama kalian menjalani prosesnya,” ujar Aurina.
Selama mengikuti program, pelajar didorong untuk mengembangkan keterampilan, melakukan pelayanan kepada masyarakat, menjalani aktivitas fisik, mengikuti perjalanan petualangan, serta melaksanakan proyek pengembangan diri.
Aurina menyebutkan, 184 penerima penghargaan tersebut merupakan bagian dari lebih dari 500 peserta yang telah mengikuti program hingga saat ini. Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada 17 pelajar yang meraih Gold Award karena berhasil menunjukkan komitmen dan ketekunan dalam proses pengembangan diri jangka panjang.
Pelajar Perlu Kritis Menghadapi Era Digital
Farhan mengingatkan bahwa usia SMP merupakan fase penting bagi anak untuk mengenali jati diri. Identitas dan karakter dapat berkembang melalui pergaulan, minat, olahraga, organisasi sekolah, hingga komunitas yang diikuti.
Di tengah kemudahan mengakses informasi dari berbagai belahan dunia, pelajar perlu memiliki kemampuan berpikir kritis agar tidak menerima semua informasi begitu saja.
“Peluang kalian untuk bisa lebih maju dari kami semuanya besar sekali. Kalian terekspos pada sesuatu yang tidak pernah kami alami pada usia kalian,” tuturnya.
Menurut Aurina, program yang telah berjalan sejak 1956 dan diterapkan di sekitar 130 negara dan wilayah ini dapat membantu generasi muda mengembangkan kepemimpinan, kepedulian sosial, ketangguhan, serta keterampilan manusia atau human skills yang dibutuhkan dalam menghadapi perubahan zaman.
Ia berharap program tersebut dapat mendukung pengembangan generasi muda di Kota Bandung sekaligus menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.
Dalam kegiatan yang sama, Farhan juga menerima Pin UK-ID Strategic Partnership sebagai bentuk apresiasi atas kemitraan strategis Inggris dan Indonesia.
















