BANDUNG — Masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan “periode emas” yang menentukan tumbuh kembang anak.
Periode ini dimulai sejak kehamilan (270 hari) hingga anak berusia dua tahun (730 hari).
Pada masa ini, pertumbuhan fisik dan otak anak berlangsung sangat cepat dan tidak bisa diulang.
Plt. Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Bandung, Dewi Primasari, menegaskan pentingnya perhatian penuh pada periode ini.
“Kalau di masa ini anak tidak dapat gizi cukup, tidak diberi ASI eksklusif, atau sering sakit, dampaknya bisa panjang. Anak bisa tumbuh lebih pendek, lambat berpikir, bahkan kesulitan belajar di kemudian hari,” kata Dewi dalam Talkshow Radio Sonata bersama PRFM Bandung, Jumat (8/8/2025).
Dinkes Kota Bandung melakukan berbagai langkah pencegahan stunting, mulai dari edukasi ibu hamil, pemberian suplemen, imunisasi lengkap, hingga pemantauan tumbuh kembang balita.
Stunting umumnya dipicu kurangnya asupan gizi, terutama protein hewani, vitamin, dan sayuran saat hamil maupun setelah melahirkan.
Bayi yang tidak mendapat ASI eksklusif enam bulan pertama juga lebih rentan stunting.
“Infeksi berulang seperti diare, ISPA, atau TBC sering terjadi di daerah padat penduduk. Karena itu, menjaga kebersihan lingkungan sama pentingnya dengan pemberian gizi,” jelasnya.
Tenaga kesehatan berperan penting sejak awal melalui pemeriksaan rutin, pemberian tablet tambah darah, vitamin, serta memastikan persalinan aman.
Setelah lahir, kader posyandu memantau berat badan balita setiap bulan, memberikan imunisasi, vitamin A, dan makanan tambahan bila diperlukan.
“Kalau ada balita yang berat badannya tidak naik, langsung kita intervensi dengan perbaikan gizi. Prinsipnya, kita tidak menunggu sampai terlambat,” tegas Dewi.
Selain menyasar ibu hamil, penyuluhan kesehatan juga diberikan kepada remaja putri dan calon pengantin untuk memastikan generasi mendatang siap secara kesehatan reproduksi.
“Mencegah stunting itu bukan hanya tugas tenaga kesehatan, tapi tugas kita semua. Karena masa depan anak-anak adalah masa depan kita bersama,” ujarnya.
















