BANDUNG — Warga Bojongsoang sebentar lagi bisa berharap pada solusi baru untuk kemacetan panjang yang sering bikin perjalanan memakan waktu hingga 3-5 jam.
Proyek pembangunan Flyover Bojongsoang resmi masuk prioritas pembangunan infrastruktur di Jawa Barat.
Kepala Bappeda Jabar, Dedi Mulyadi, mengatakan bahwa Pemprov Jabar akan mengakomodasi satu proyek infrastruktur prioritas dari tiap kabupaten/kota. Untuk Kabupaten Bandung, yang dipilih adalah Flyover Bojongsoang.
“Banyak usulan. Itu tetap kami prioritaskan satu (pembangunan infrastruktur) dari tiap kabupaten/kota. Jadi kabupaten/kota menyampaikan maunya apa, nah Bojongsoang juga disampaikan untuk menjadi prioritas. Nanti tim kami akan cek,” ujar Dedi, seperti dilansir dari laman IDNTimes, Kamis (2/10/2025).
Dedi menambahkan, pembangunan akan melalui kajian menyeluruh sebagai langkah awal.
“Lalu Pak Gubernur sepakat, lahan dan DED dilaksanakan oleh kabupaten/kota, kita yang bangun konstruksi,” jelasnya.
Bupati Bandung, Dadang Supriatna, meyakini keberadaan flyover ini akan menjadi solusi bagi kemacetan yang dikeluhkan warga.
“Karena memang persoalan Bojongsoang ini adalah persoalan kemacetan, disinyalir kalau sudah macet di Bojongsoang bisa sampai tiga atau lima jam,” ucap Dadang.
Dadang juga mengungkapkan bahwa usulan flyover ini sudah disampaikan langsung kepada pemerintah pusat.
“Saya sudah mengusulkan ke Menteri PU langsung. Saya bersama Pak Gubernur datang ke Kementerian PU dan Pak AHY sebagai Menko juga sudah kami sampaikan. Kebutuhan flyover di Kabupaten Bandung ada tiga titik ruas, di antaranya Bojongsoang,” jelasnya.
Selain Flyover Bojongsoang, ada dua titik lain yang juga diusulkan, yaitu flyover Kopo–Sayati dan Rancaekek–Dangdeur.
Jika terealisasi, Flyover Bojongsoang diharapkan bisa menghadirkan perjalanan lebih cepat, aman, dan nyaman bagi masyarakat yang setiap hari harus berhadapan dengan kemacetan parah di jalur tersebut.
















