BANDUNG – Pertandingan pekan ke-16 BRI Liga 1 2024/2025 antara PSM Makassar dan Barito Putera yang digelar di Stadion Batakan, Balikpapan, Minggu (22/12/2024), tak lepas dari kontroversi besar.
PSM Makassar yang akhirnya meraih kemenangan 3-2, sempat menuai sorotan tajam setelah terungkap bahwa mereka bermain dengan 12 pemain pada menit-menit terakhir pertandingan.
Kronologi Kejadian
Kejadian ini bermula pada menit-menit akhir pertandingan saat pelatih PSM, Bernardo Tavares, melakukan pergantian pemain.
Syahrul Lasinari yang seharusnya digantikan oleh Fahrul Aditia, tidak segera keluar dari lapangan. Akibatnya, PSM tampil dengan 12 pemain di lapangan selama sekitar 44 detik, dari menit ke-90+8 hingga menit ke-90+9.
Meskipun hal ini jelas terlihat, wasit utama, Pipin Indra Pratama, tidak menyadari jumlah pemain yang berlebihan dan melanjutkan pertandingan tanpa ada intervensi.
Protes pun meledak setelah peluit panjang dibunyikan, dengan para pemain Barito Putera langsung mengerumuni wasit untuk melayangkan keberatan.
Protes Barito Putera
Menanggapi kejadian ini, manajemen Barito Putera mengajukan protes resmi kepada PSSI dan Liga 1 melalui media sosial.
Dalam unggahannya, Barito mengutip Pasal 56 dan Pasal 28 Kode Disiplin PSSI yang menyatakan bahwa tim yang bermain dengan pemain tidak sah dapat dikenai sanksi berupa kekalahan dan pemotongan poin.
“Kami bermain melawan 12 pemain. Berdasarkan Pasal 56 dan Pasal 28 Kode Disiplin PSSI, pelanggaran ini harus dihukum dengan dinyatakan kalah serta pemotongan poin untuk tim yang bersalah,” tulis Barito Putera dalam pernyataan resmi mereka.
Selain itu, manajer Barito Putera, M Ikhsan Kamil, juga mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengirimkan surat resmi kepada Komite Disiplin PSSI, Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), serta Komite Wasit PSSI untuk menindaklanjuti insiden tersebut.
Tanggapan PSM Makassar
Di sisi lain, PSM Makassar memberikan klarifikasi terkait insiden ini.
Melalui keterangan tertulis, manajemen PSM menyatakan bahwa pergantian pemain telah dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku, termasuk menyerahkan formulir pergantian kepada wasit cadangan.
Pihak PSM juga menegaskan bahwa pemain pengganti masuk ke lapangan atas arahan perangkat pertandingan.
“Dalam situasi ini, play on ditetapkan oleh wasit utama. Pemain yang digantikan tidak diminta untuk meninggalkan lapangan, sehingga insiden ini terjadi,” ujar pernyataan PSM.
Namun, pelatih Barito Putera, Rahmad Darmawan, mengungkapkan bahwa salah satu pemain PSM mengakui bahwa mereka menyadari sedang bermain dengan 12 pemain.
“Pemain mereka bilang, ‘Iya, kami tahu bermain dengan 12 pemain, tetapi wasit bilang play on, jadi kami terus bermain,’” ujar Rahmad.
Potensi Sanksi bagi PSM Makassar
Dilansir dari laman Tribun Bali, insiden ini berpotensi menimbulkan sanksi berat bagi PSM Makassar jika terbukti bersalah.
Berdasarkan Kode Disiplin PSSI, jika terbukti melanggar aturan, PSM bisa dijatuhi hukuman kalah, pemotongan poin, serta denda minimal sebesar Rp90 juta. Keputusan akhir mengenai perkara ini kini berada di tangan Komite Disiplin PSSI.
Proses investigasi sedang berlangsung dan diharapkan segera memberikan kejelasan mengenai insiden ini.
Semua pihak berharap agar aturan kompetisi dapat ditegakkan dengan adil untuk menjaga integritas dan fair play di Liga 1.
















