BANDUNG — Saat kebakaran terjadi, petugas pemadam kebakaran harus berpacu dengan waktu. Namun, perjalanan menuju lokasi tidak selalu mudah. Jalan sempit, kendaraan yang parkir sembarangan, hingga kemacetan bisa menjadi hambatan ketika petugas berusaha tiba secepat mungkin.
Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmatan) Kota Bandung menetapkan target waktu respons maksimal 15 menit, terhitung sejak laporan diterima hingga petugas tiba di lokasi. Meski persiapan keberangkatan dapat dilakukan kurang dari lima menit, waktu perjalanan tetap bergantung pada kondisi jalan.
“Kalau kami sering dikatakan terlambat, sebenarnya kami terhambat,” ujar Maulana Iqbal, operator Regu 2 Pleton 2 Diskarmatan Kota Bandung.
Iqbal menjelaskan, mengemudikan mobil pemadam bukan perkara mudah. Ukuran kendaraan yang besar membuat petugas harus memperhitungkan kondisi jalan, termasuk saat melewati gang sempit, gapura rendah, dan ruas jalan yang padat. Meski menggunakan sirene dan lampu rotator, keselamatan selama perjalanan tetap menjadi perhatian.
Bukan Cuma Memadamkan Api
Pekerjaan petugas Damkar tidak hanya berkaitan dengan kebakaran. Tim penyelamatan juga membantu warga menghadapi berbagai situasi darurat, mulai dari mengevakuasi hewan yang masuk ke rumah atau sumur, membantu melepas cincin yang tersangkut, hingga menangani kecelakaan dan pencarian korban hanyut.
Sendi Saputra, petugas penyelamatan Diskarmatan Kota Bandung yang telah bertugas sejak 2017, mengatakan setiap jenis kejadian membutuhkan keterampilan berbeda. Petugas harus siap menghadapi medan dengan kondisi yang beragam, termasuk penyelamatan di ketinggian maupun di dalam air.
Sendi sendiri memiliki sertifikasi rescue diver atau penyelam penyelamatan. Kemampuan tersebut membutuhkan penguasaan teori, teknik penyelaman, dan prosedur keselamatan yang harus terus dilatih.
Salah satu pengalaman yang masih diingatnya adalah ketika tim mengevakuasi seorang anak yang tangannya tertancap di pagar. Petugas harus memotong bagian pagar agar anak tersebut bisa dilepaskan, kemudian membawanya ke rumah sakit.
Dalam tugas lain, Sendi pernah menghadapi kebakaran di gudang yang menyimpan amunisi dan senjata api. Situasi tersebut memiliki risiko tambahan karena panas berpotensi memicu bahaya yang sulit diprediksi.
Meski demikian, ia mengatakan rasa takut tetap ada. Karena itu, doa, keterampilan, dan kepatuhan terhadap prosedur menjadi bekal sebelum berangkat menjalankan tugas.
“Awalnya saya cuma mengikuti kemauan orang tua. Ketika Damkar membuka lowongan, orang tua memberi informasi. Sebetulnya saya tidak suka. Setelah setahun menjalani, mulai senang. Tahun ketiga malah makin senang karena bisa menolong orang,” tuturnya saat ditemui di Mako Diskarmatan Kota Bandung, Kamis, 15 Oktober 2026.
Bagi Sendi, kepuasan terbesar datang ketika orang yang membutuhkan pertolongan berhasil dievakuasi dengan selamat. Ucapan terima kasih dan doa dari warga menjadi penyemangat untuk terus menjalankan tugas. Ia juga menegaskan bahwa petugas tidak menerima uang atas pertolongan yang diberikan.
Kendaraan dan Peralatan Harus Selalu Siap
Sebelum menerima laporan darurat, petugas harus memastikan kendaraan dan peralatan dalam kondisi baik. Di markas Diskarmatan yang berada di Jalan Sukabumi, kesiapan dimulai sejak pagi melalui apel, pembinaan fisik, serta pemeriksaan perlengkapan.
Sendi memeriksa berbagai peralatan penyelamatan, seperti gergaji mesin, pompa, alat derek, dan perangkat khusus lainnya. Salah satu alat yang mendapat perhatian ekstra adalah combination tool, perangkat yang memiliki tiga fungsi dan digunakan dalam situasi penyelamatan tertentu.
Menurutnya, kondisi peralatan sangat menentukan proses evakuasi. Dalam situasi darurat, petugas tidak memiliki banyak waktu untuk memperbaiki perlengkapan yang tidak berfungsi karena luput diperiksa sebelumnya.
Sementara itu, Maulana Iqbal bertanggung jawab memastikan kendaraan pemadam dan pompanya siap beroperasi. Perawatan mesin dilakukan berdasarkan jam kerja, bukan hanya jarak tempuh, karena mesin dan pompa bisa terus bekerja ketika kendaraan diam saat proses pemadaman.
Setelah api berhasil dipadamkan, tugas petugas juga belum langsung selesai. Mereka harus memastikan lokasi aman, memeriksa kembali perlengkapan, memastikan seluruh anggota regu lengkap, dan menyiapkan kendaraan agar bisa digunakan kembali jika ada laporan berikutnya.
Ratusan Kejadian Ditangani hingga September 2026
Kepala Bidang Pemadaman Diskarmatan Kota Bandung, Leonard, menjelaskan bahwa petugas bekerja dengan sistem piket selama 24 jam. Bidang pemadaman didukung 207 personel dan empat unit pelaksana teknis yang melayani wilayah utara, selatan, timur, dan barat Kota Bandung. Adapun tim penyelamatan memiliki 43 personel.
Armada yang tersedia mencakup 20 unit mobil pancar, tiga mobil tangki air, kendaraan tangga, dua kendaraan rescue, serta kendaraan pendukung lainnya.
Berdasarkan data Diskarmatan Kota Bandung, sepanjang Januari hingga September 2026 tercatat 49 kejadian kebakaran. Pada periode yang sama, petugas juga menangani 135 kejadian penyelamatan hewan (animal rescue) dan 19 kejadian penyelamatan manusia (human rescue).
Leonard menyebut kebakaran lahan terbuka menjadi salah satu perhatian saat musim kemarau, terutama di wilayah utara dan timur Kota Bandung yang masih memiliki lahan terbuka. Sementara itu, permukiman padat dengan akses jalan sempit juga menjadi tantangan ketika petugas harus mencapai lokasi kejadian.
Menurutnya, keberanian saja tidak cukup untuk menjalankan tugas pemadaman dan penyelamatan. Petugas harus terus berlatih agar mampu menghadapi kondisi darurat dengan terampil dan tetap mengikuti prosedur keselamatan.
“Pemadam itu bukan orang yang jago, tetapi orang yang terlatih,” kata Leonard.
Di balik sirene yang terdengar saat keadaan darurat, ada petugas yang harus selalu siap menghadapi situasi tak terduga. Mereka bukan hanya berusaha memadamkan api atau menyelamatkan korban, tetapi juga memastikan setiap anggota regu bisa kembali dengan selamat dan pulang menemui keluarga.
Karena itu, kesiapan petugas perlu didukung kondisi jalan yang memungkinkan kendaraan darurat melintas. Memberi ruang bagi mobil pemadam saat sirene berbunyi menjadi salah satu hal penting agar petugas dapat menjangkau warga yang membutuhkan pertolongan.















