BANDUNG – Hingga saat ini tidak ada rumah sakit baik milik pemerintah ataupun swasta yang telah melebihi kapasitas dalam menangangi pasien yang positif Covid-19 hal ini sudah diklaim oleh Pemerintah Kota Bandung.
Ema Sumarna selaku sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung mengaku, hingga saat ini dalam penanganan pasien yang terinfeksi virus corona di Kota Bandung masih cukup terkendali, meskipun jumlah angka positif aktifnya terus bertambah.
“Bandung terkendali. Ruang isolasi di rumah sakit juga masih aman. Tidak ada yang kewalahan menangani pasien. kalau Jakarta kan kewalahan, di kita masih bisa tertangani,” ujar Ema di Balai Kota Bandung, dilansir dari laman IDNTimes Jabar, Kamis (3/9/2020).
1. Kasus positif Bandung masih didominasi dari klaster baru
Menurut Ema, dalam beberapa pekan terakhir, lonjakan kasus virus Covid-19 yang ada di Kota Bandung berasal dari klaster baru, seperti di Gedung Sate, DPRD Jabar, dan ASN Kota Bandung.
“Di kita klaster baru. Kebanyakan dari pelacakan 40 pegawai dari Gedung Sate. Yang tadinya suspect, kini menjadi positif,” tuturnya.
2. Satpol PP diminta terus melakukan penegakkan protokol kesehatan pada masyarakat sekitar
Masyarakat yang dinilai acuh terhadap protokol kesehatan, Ema menegaskan, hal tersebut disesuaikan dengan karakter masyarakat Kota Bandung itu sendiri. Ia juga meminta Satpol PP lebih tegas lagi dalam memantau gerak masyarakat.
“Gugus Tugas kota terus melakukan itu Satpol PP juga terus melakukan monitoring di lapangan sebagai penegak peraturan,” ungkapnya.
3. Kasus aktif pasien terinfeksi positif virus corona naik menjadi 104 orang
Penyebaran virus corona di Kota Bandung masih kian terjadi. Meski Pemerintah Kota Bandung telah mengklaim penanganannya terkendali. Tetapi, angka aktif penularan Covid-19 kini terus naik hingga mencapai 104 pasien positif Covid-19.
Pada hari Rabu (2/9/20), menurut data dari laman Pusicov Bandung telah terdapat kasus pasien yang positif terkena Covid-19 sebanyak 104 orang. Angka ini merupakan total dari jumlah pasien Covid-19 sebanyak 799 orag.
Ema pun menyebutkan, bertambahnya jumlah pasien positif terinfeksi virus corona itu akibat masifnya tes massal yang dilakukan oleh Pemkot Bandung terhadap warga yang dicurigai memiliki kontak erat dengan pasien positif.
“Ya, angkanya terus bertambah saat ini. Tapi, itu karena pemkot melakukan tes masif kepada masyarakat,” kata dia.
Ema mengakui, dalam melakukan tes masif diketahui ada 12 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja di Kantor Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan (Dinsosnangkis) terinfeksi virus corona.
Pelaksanaan tes massal itu sengaja dilakukan oleh Pemkot Bandung terhadap 3.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di lingkungan pemkot. Hingga, Senin(1/9/2020), baru ratusan ASN dari tujuh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menjadi tes usap (swab test).
“Dinsos ada positif 12 orang, mau dites lagi. BPKA 50 orang negatif dan BPPD 38 negatif,” tambahnya.
















