BANDUNG –
Ratusan organisasi masyarakat (ormas)
tergabung dalam Manggala Garuda Putih menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Kota Bandung Jabar Selasa (5/10/2021).
Berdasarkan pantauan Infobandungkota dilokasi, ratusan masa mulai mendatangi kantor wali Kota Bandung pada pukul 10:00 WIB. Dalam orasinya, ditampilkan kesenian tradisional dengan menampilkan kuda lumping dan hanoman.
Namun, peserta aksi yang berkostum hanoman dan kuda lumping keluar barisan masa aksi, mereka menaiki pagar dan berlari ke depan pintu kantor wali Kota Bandung dan wakil wali kota Bandung.
Saat melakukan aksi, dua orang yang berkostum hanoman dan kuda lumping seperti kerasukan, pria yang menungagi kuda lumping berlari dan menyeburkan diri di kolam depan kantor wali Kota Bandung sambil memakan ikan hidup-hidup.
Puluhan aparat keamanan langsung bergegas menjaga didepan pintu kantor Wali kota Bandung Oded M Danial dan Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana.
Kepala Biro (Kabiro) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Manggala Garuda Putih, Agus Satria mengatakan, manggala Garuda Putih meminta Wali Kota Bandung Oded M Danial segera mengevaluasi kinerja Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Tono Rusdiantono yang dinilai gagal.
“Kita tetap suarakan agar Pak Wali Kota bertanggung jawab, dan mencopot Kadinsos karena telah membiarkan anak terlantar dan gelandangan,” kata Agus.
Menurutnya, Manggala Garuda Putih dan anak jalanan Indonesia (AJI), telah menginventarisir masih adanya anak terlantar dan gelandangan di Kota Bandung di 23 titik penjuru kota.
“Kita sempat berdiskusi dengan Kesbangpol terkait hal ini. Apabila ini tidak ditindaklanjuti, maka kita akan teruskan dan melaporkan adanya penyimpangan anggaran. Kita akan terus berjuang sampai pemerintah memperhatikan tuntutan kita,” ucapnya.
Agus mengungkapkan, alasan kuat yang mendorong agar Kadinsos Kota Bandung Tono Rusdiantono lengser dari jabatan, lebih karena kinerjanya. Tono dinilai gagal dalam mengentaskan kemiskinan dan gelandangan di Kota Bandung.
“Setelah di razia bersama Satpol PP, dan dibawa ke tempat rehabilitasi, mereka anak jalanan ini lalu di lepas lagi. Kita perhatikan selalu seperti itu. Seharusnya Dinsos ini ada kerja sama dalam hal pembinaan dengan pihak-pihak lain,” pungkasnya.
















