BANDUNG — Persib Bandung kini punya cara baru untuk lebih dekat dengan warga Kota Bandung.
Lewat program Bandros JajaP (Jalan-Jalan Persib), tim Maung Bandung berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Bandung menghadirkan wisata edukatif dan interaktif seputar sepak bola, yang resmi diluncurkan Wali Kota Bandung M. Farhan di Graha Persib, Sabtu (25/10/2025).
Farhan menjelaskan bahwa kerja sama ini menjadi langkah nyata dalam menggabungkan potensi olahraga dan pariwisata di Kota Bandung.
“Pemerintah Kota Bandung bekerjasama dengan Persib memulai kolaborasi untuk menunjang turisme di kota Bandung, yaitu dengan program Bandros JajaP, Jalan-Jalan Persib,” ujar Farhan.
Rute JaJaP dimulai dan berakhir di Graha Persib, dengan sejumlah pemberhentian bersejarah yang merekam perjalanan panjang hubungan antara Bandung dan Persib, di antaranya Balai Kota Bandung, Monumen Sepak Bola, Stadion Sidolig (Stadion Persib), Stadion Siliwangi, Mess Persib (Wisma Dharma Bhakti), dan Gedung Sate.
Setiap perjalanan dilengkapi narasi interaktif yang mengisahkan asal-usul dan makna setiap lokasi. Melalui pendekatan storytelling, penumpang tidak hanya diajak menikmati keindahan kota, tetapi juga memahami bagaimana Persib tumbuh bersama Bandung dan masyarakatnya.
Tiket Jalan-Jalan Persib (JaJaP) dapat dibeli langsung di Persib Store lantai 2, Graha Persib dengan harga Rp25.000,-. Setiap tiket sudah termasuk official merchandise bundle, sebagai kenang-kenangan khas Persib bagi wisatawan.
Tiket tersedia untuk seluruh masyarakat Jawa Barat, khususnya warga Kota Bandung, setiap hari selama jam operasional Persib Store.
Sebelum perjalanan dimulai, pengunjung akan mendapatkan pengantar singkat dari tim pemandu mengenai sejarah klub dan berbagai pencapaian Persib sepanjang masa.
“Gedung Sate harus lewat, icon pisan,” tambah Farhan sambil tersenyum.
Menurutnya, program ini diharapkan bisa memperkuat posisi Bandung sebagai kota wisata unggulan di Indonesia. “Wisatawan kota Bandung itu paling banyak dari wisatawan nusantara. Kita sedang membuat berbagai macam daya tarik, mulai dari shopping, experience, dan juga sport tourism,” jelasnya.
Farhan menyebut sport tourism menjadi salah satu fokus utama Pemkot Bandung. “Sport tourism di Bandung itu main menu-nya ada dua: Persib dan lulumpatan (running). Jadi ini akan menjadi sangat penting ke depan. Insya Allah kita siap jadi tuan rumah semua event olahraga,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, menambahkan bahwa untuk tahap awal, layanan Bandros Jajap akan menggunakan satu unit bus Bandros.
“Sementara satu dulu, nanti kalau pengunjungnya banyak, kita tambah lagi. Sekarang ada 12 unit, 10 sudah dimanfaatkan, 2 cadangan,” ujarnya.
Rasdian juga menjelaskan bahwa Bandros Jajap akan memiliki tampilan berbeda dari Bandros reguler. “Nanti kita branding, sudah ada kerja sama dengan PBB, jadi akan ada Persib khusus berwarna biru,” tuturnya.
Adhitia Putra Herawan, Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari strategi Persib untuk memperluas ekosistem sportainment dan mempererat hubungan emosional antara klub, kota, dan masyarakat.
“Persib tidak hanya hidup di lapangan, tetapi juga di setiap sudut kota Bandung. Melalui Jalan-Jalan Persib (JaJaP), kami ingin menghadirkan pengalaman baru yang menghubungkan olahraga, budaya, dan pariwisata dalam satu perjalanan inspiratif. Ini adalah cara kami memperkenalkan Persib sebagai bagian dari denyut nadi Bandung, sembari memberikan kontribusi positif bagi sektor ekonomi kreatif dan wisata kota,” ujar Adhitia.
Adhitia juga Mengatakan bahwa target awal program ini adalah mencapai 500–600 pengunjung per minggu.
“Ya, target awal program ini adalah mencapai 500–600 pengunjung per minggu,” ujarnya.
Farhan menegaskan, inisiatif ini menjadi bagian dari strategi untuk menambah nilai ekonomi sektor pariwisata di Bandung. “Ini bagian dari upaya kita meningkatkan nilai tambah dari industri pariwisata di kota Bandung,” pungkasnya.
















