• Tentang Kami
  • Iklan
  • Privacy Policy
Thursday, 2 April 2026
Advertisement
  • Login
  • NEWS
    • BANDUNG
    • JAWA BARAT
    • NASIONAL
  • CITIZEN REPORT
  • EXPLORE BDG
    • KULINER
    • WISATA
    • HERITAGE
  • LIFESTYLE
    • MUSIK
    • HOBI
    • BELANJA
  • OLAHRAGA
LAPOR
No Result
View All Result
  • NEWS
    • BANDUNG
    • JAWA BARAT
    • NASIONAL
  • CITIZEN REPORT
  • EXPLORE BDG
    • KULINER
    • WISATA
    • HERITAGE
  • LIFESTYLE
    • MUSIK
    • HOBI
    • BELANJA
  • OLAHRAGA
No Result
View All Result
Infobandungkota.com
Home Nasional

Deflasi 5 Bulan Beruntun: Daya Beli Masyarakat Indonesia Turun, Pedagang Sepi?

Novi Rahma by Novi Rahma
03 Oct 2024
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Deflasi 5 Bulan Beruntun: Daya Beli Masyarakat Indonesia Turun, Pedagang Sepi?

Ilustrasi deflasi: pegadaian.co.id

0
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG — Indonesia lagi-lagi mencatat deflasi pada September 2024. Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) RI, deflasi di Tanah Air ini per Mei sebesar 0,03 persen, lalu deflasi per Juni sebesar 0,08 persen, deflasi Juli sebesar 0,18 persen, deflasi per Agustus 0,03 persen, dan deflasi per September 2024 sebesar 0,12 persen. Dengan demikian, deflasi telah berlangsung selama 5 bulan berturut-turut.

Kelompok makanan, minuman, serta tembakau kembali menjadi kelompok utama penyumbang deflasi. Dalam 5 bulan terakhir, komoditas daging ayam ras masuk juga dalam lima besar komoditas utama yang menyumbang deflasi.

Berita Terkait

Harga BBM Subsidi Dipastikan Tidak Naik Sampai Lebaran, Stok Energi Nasional Aman

Harga BBM Subsidi Dipastikan Tidak Naik Sampai Lebaran, Stok Energi Nasional Aman

6 March 2026
Natanael Wiraatmaja, Siswa Berprestasi asal Bandung Koleksi Banyak Medali hingga Juara Dunia Neo Science

Natanael Wiraatmaja, Siswa Berprestasi asal Bandung Koleksi Banyak Medali hingga Juara Dunia Neo Science

3 February 2026
Kemenag Jadwalkan Sidang Isbat Awal Ramadan 1447 H pada 17 Februari 2026

Kemenag Jadwalkan Sidang Isbat Awal Ramadan 1447 H pada 17 Februari 2026

30 January 2026
Bandara Husein Mau Diambil Alih Pemprov Jabar, Kertajati Bakal Diserahkan ke Pusat

Bandara Husein Mau Diambil Alih Pemprov Jabar, Kertajati Bakal Diserahkan ke Pusat

24 January 2026

Sekadar informasi, deflasi merupakan fenomena dalam dunia ekonomi yang merujuk pada penurunan harga barang atau jasa di pasar secara drastis pada periode tertentu. Sekilas, deflasi memang terlihat menguntungkan bagi para konsumen. Namun fenomena ini sebenarnya muncul akibat masalah dalam perekonomian negara.

Jika merefleksikan daya beli masyarakat yang lesu, deflasi jelas berisiko menurunkan produktivitas dunia usaha hingga menggerus potensi pertumbuhan ekonomi.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti memaparkan banwa deflasi disebabkan pasokan barang pangan yang berlimpah. Namun ia tidak mau menyimpulkan deflasi akibat daya beli masyarakat yang tengah merosot, termasuk dengan turunnya jumlah kelas menengah beberapa hari terakhir.

”Apakah ini indikasi penurunan daya beli masyarakat? Tentu untuk kita menghubungkan apakah ini ada penurunan daya beli masyarakat, kita harus melakukan studi lebih dalam karena angka indeks harga konsumen ini adalah yang kita catat berdasarkan harga yang diterima konsumen,” ujar Amalia melansir dari laman Kompas.com, Kamis (3/10/2024).

Meski September terjadi deflasi secara bulanan, namun secara tahunan masih terjadi inflasi sebesar 1,84 persen. Angka tersebut masih berada dalam rentang inflasi pemerintah dan Bank Indonesia, yakni 1,5-3,5 persen. Adapun perhitungan secara kalender, terjadi inflasi sebesar 0,74 persen per September 2024

Daya Beli Turun, Pasokan pun Berlebihan?

Sementara itu, Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia Yose Rizal Damuri menilai bahwa deflasi yang telah terjadi 5 bulan berturut-turut ini menunjukkan daya beli masyarakat masih lesu. Hal ini disebabkan lantaran ada kelebihan komoditas yang tidak diikuti permintaan sehingga harga turun. Akhirnya, pasokan pun menjadi berlebih yang menyebabkan harga turun atau deflasi.

Menurutnya, pelemahan daya beli ini disebabkan berbagai permasalahan struktural yang dialami dunia usaha, seperti deindustrialisasi dini dan sempitnya lapangan kerja, serta masih belum efisiennya produksi akibat tingginya biaya energi hingga biaya logistik.

Padahal, daya beli masyarakat saat ini sangat erat kaitannya dengan ekspansi manufaktur dan dunia usaha. Dengan permintaan meningkat, maka dunia usaha otomatis bisa meningkatkan belanja bahan bakunya dan produksinya. Nah, ketika industri bergairah, produksi meningkat, serapan tenaga kerja bertambah, maka ujungnya adalah peningkatan pertumbuhan ekonomi.

Untuk itu, Yose menekankan bahwa pentingnya membenahi persoalan ini. Mungkin dalam jangka pendek, pemerintah bisa memberi stimulus dengan memberikan bantuan sosial untuk merangsang daya beli masyarakat. Namun dalam jangka panjang, pemerintah perlu terus membenahi ekosistem dunia usaha sehingga bisa merangsang investasi dan produktivitas, serta penciptaan lapangan kerja yang masif dan berkualitas serta memberikan upah yang berkualitas.

Pemerintah Masih Abai?

Senada dengan Yose, Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Danang Girindrawardana juga menyoroti sikap pemerintah dalam hal ini. Menurutnya, kondisi deflasi 5 bulan berturut-turut ini menunjukkan pemerintah abai dengan kondisi perekonomian saat ini.

Deflasi yang telah berlangsung lama ini seharusnya jadi alarm peringatan bagi pemerintah ada sesuatu yang keliru di perekonomian Tanah Air sehingga perlu penanganan yang tepat agar bisa kembali bangkit. Namun Danang menyebut bahwa dalam 5 bulan terakhir tidak terlihat adanya upaya serius dari pemerintah untuk membenahi ini.

”Para elite (pemerintah) terlihat sibuk sekali konsolidasi politik di akhir masa jabatannya. Lupa dengan dunia usaha yang sedang tertekan. Para pekerja dan masyarakat mengalami PHK. Ini masalah serius. Tolonglah kesadarannya,” cetus Danang.

Ia menilai, salah satu pemicu daya beli yang melemah adalah industri manufaktur yang justru dilemahkan sendiri oleh aturan yang dibuat pemerintah. Contohnya, sejak keluarnya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 8 Tahun 2024 tentang Perubahan Ketiga Permendag Nomor 36 Tahun 2023 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor.

Melalui kebijakan tersebut, kata Danang, impor barang jadi dipermudah sehingga banjir barang impor. Akhirnya, industri manufaktur dalam negeri jadi kesulitan berjualan. Sehingga dengan menurunnya produksi, sama artinya mengurangi tenaga kerja. Dengan bertambahnya pengangguran tentu akan memperlambat laju perekonomian.

Padahal, industri manufaktur semestinya perlu didorong, didukung, dan dilindungi pasarnya agar jadi pemain utama di negeri sendiri. Pasalnya, manufaktur adalah kontributor perekonomian terbesar dan mampu menyerap tenaga kerja yang luas bagi masyarakat.

Dengan ini, Danang Girindrawardana berharap pemerintah berikutnya bisa serius membenahi perekonomian dengan fokus memperluas lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sumber: Detik, Kompas, BPS RI

 

Tags: BPSEkonomiIndonesia

Rekomendasi untuk Anda

Masuk Tahun Kedua, Kota Bandung Genjot Infrastruktur dan Dorong Ekonomi Warga
Bandung Kota

Masuk Tahun Kedua, Kota Bandung Genjot Infrastruktur dan Dorong Ekonomi Warga

20 February 2026
PSSI Resmi Akhiri Kerja Sama dengan Patrick Kluivert, Kursi Pelatih Timnas Kosong Lagi
Nasional

PSSI Resmi Akhiri Kerja Sama dengan Patrick Kluivert, Kursi Pelatih Timnas Kosong Lagi

16 October 2025
Internet Indonesia Termahal di ASEAN, Tapi Kecepatannya Termasuk Paling Lambat
Nasional

Internet Indonesia Termahal di ASEAN, Tapi Kecepatannya Termasuk Paling Lambat

12 October 2025
Aksi Protes di Indonesia Jadi Sorotan Internasional, PBB Ajak Seruan Dialog dan Investigasi
Nasional

Aksi Protes di Indonesia Jadi Sorotan Internasional, PBB Ajak Seruan Dialog dan Investigasi

2 September 2025
KPK Tetapkan Wamenaker Immanuel Ebenezer Jadi Tersangka Kasus Pemerasan Sertifikat K3
Nasional

KPK Tetapkan Wamenaker Immanuel Ebenezer Jadi Tersangka Kasus Pemerasan Sertifikat K3

22 August 2025
UU Polri Digugat ke MK, Calon Polisi Diminta Minimal Lulusan S1
Nasional

UU Polri Digugat ke MK, Calon Polisi Diminta Minimal Lulusan S1

14 August 2025
Next Post
Gratis! Saksikan Pameran Pesawat Angkut TNI di Lanud Husein Sastranegara

Gratis! Saksikan Pameran Pesawat Angkut TNI di Lanud Husein Sastranegara

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULAR NEWS

Perkara Doni Salmanan, Si “Sultan Soreang” Naik ke Proses Penyidikan

Doni Salmanan Asetnya Dikembalikan dan Bebas dari Kewajiban Ganti Kerugian korban

15 December 2022
Mobil Seruduk Motor yang Terparkir, Begini Penjelasan Polisi

Mobil Seruduk Motor yang Terparkir, Begini Penjelasan Polisi

2 April 2022
Ini Besaran UMK Kabupaten/Kota di Jawa Barat Tahun 2021

Ini Besaran UMK Kabupaten/Kota di Jawa Barat Tahun 2021

22 November 2020
Buah Batu Mulai Steril dari Kabel dan Tiang, APJATEL Tegaskan Bukan Sekadar Seremonial

Buah Batu Mulai Steril dari Kabel dan Tiang, APJATEL Tegaskan Bukan Sekadar Seremonial

15 December 2025
Prakiraan Cuaca Bandung Raya Hari Ini, Cerah Berawan hingga Hujan Ringan

Seorang Wanita Melakukan Percobaan Bunuh Diri di Flyover Pasupati, Begini Ceritanya

30 September 2021
Infobandungkota.com

© PT Nusantara Data Indonesia

PT CIPTAMAYA PRAKASA INDONESIA

  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan
  • Privacy Policy
  • Media Partner

Follow Us

No Result
View All Result
  • Login
  • NEWS
    • BANDUNG
    • JAWA BARAT
    • NASIONAL
  • CITIZEN REPORT
  • EXPLORE BDG
    • KULINER
    • WISATA
    • HERITAGE
  • LIFESTYLE
    • MUSIK
    • HOBI
    • BELANJA
  • OLAHRAGA

© PT Nusantara Data Indonesia

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In