BANDUNG — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengumumkan rencana kenaikan insentif bagi guru honorer di seluruh Indonesia.
Mulai tahun depan, besaran insentif yang semula Rp300 ribu akan naik menjadi Rp400 ribu per bulan.
Mu’ti menyampaikan bahwa kebijakan ini telah disepakati bersama dengan Komisi X DPR RI dan akan mulai diterapkan pada 2026.
Nantinya, dana tersebut akan langsung ditransfer ke rekening masing-masing guru.
“Tahun depan (kenaikan insentif guru), sudah ada kesepakatan juga tambahan dari perjuangan Komisi X, terima kasih Bu Hetifah [Ketua Komisi X], tunjangan guru honorer atau insentif itu kita naikkan Rp100.000, sehingga mulai tahun depan guru-guru honorer akan mendapatkan insentif sebesar Rp400.000 per bulan dan itu transfer langsung ke rekening masing-masing guru,” kata Mu’ti dalam Taklimat Media, dikutip dari kanal YouTube Kemendikdasmen, Kamis (23/10/2025).
Pada tahun ini, pemerintah telah menyalurkan insentif sebesar Rp300 ribu per bulan kepada lebih dari 300 ribu guru di Indonesia. Penyaluran dilakukan pada Juli lalu dalam satu tahap dengan total Rp2,1 juta per guru.
“Nanti angka persisnya bisa dilihat di dalam data itu, yang masing-masing guru mendapatkan Rp300.000. Tahun ini untuk 7 bulan diberikan satu kali pada bulan Juli yang lalu, sehingga masing-masing guru honorer menerima Rp2,1 juta untuk tahun 2025,” jelasnya, dikutip dari laman Tirto.id.
Selain guru honorer, insentif juga diberikan kepada guru PAUD nonformal serta guru PAUD dan SD yang sedang menempuh pendidikan jenjang S1 atau D4.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi, kinerja, dan kompetensi tenaga pendidik di berbagai jenjang.
Dengan peningkatan insentif ini, pemerintah berharap kualitas guru semakin meningkat sehingga mampu mencetak generasi muda yang berkarakter, berdaya saing, dan menjadi fondasi penting bagi kemajuan bangsa di masa depan.
















