BANDUNG – Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Bandung, Yana Mulyana turut geram terkait terkuaknya tukang tato di Asia Afrika yang melakukan pemerasan dan penganiayaan.
Diwartakan sebelumnya, ada warga bernama Wulan yang memakai jasa tukang tato tersebut karena awalnya ditawari Rp3 ribu, tapi setelah selesai justru harus membayar hingga Rp1 juta.
Karena tak bisa bayar, Wulan menelepon ayahnya. Ketika sampai dan negosiasi, tukang tato tersebut tidak terima dan menganiaya sang ayah hingga ‘babak belur’. Korban pun lantas melaporkannya ke Polsek Regol, Kota Bandung.
Mengenai perkara ini, Yana Mulyana meminta aparat kepolisian mengusut tuntas dan menindak tegas tukang tato tersebut.
Yana pun menegaskan, Pemkot Bandung akan segera membuat pos pengawasan.
“Ya dengan ada informasi kaya gini saya minta teman-teman kewilayahan dan Satpol PP untuk mengawasi, mudah-mudahan bisa dibantu TNI Polri yang kemarin melakukan pengamanan di Nataru bersama-sama menjaga Bandung tetap aman dan nyaman,” tegas Yana, Rabu (05/01/2022).
“Intinya kita tetap menjaga, mudah-mudahan bisa tetap aman nyaman buat siapapun warga yang melakukan aktivitas itu. Kita berharap aparat keamanan mengusut,” ujarnya.
Padahal menurutnya, Satpol PP Kota Bandung aktif melakukan pemantauan. Hanya saja, seringkali terdapat waktu-waktu yang tidak terawasi disebabkan pengawasan dilakukan secara bergerak.
Kang Yana mengaku sedikit kesulitan dalam melakukan pengawasan terhadap para pedagang untuk berjualan di kawasan wisata tersebut. Untuk itu, masyarakat dihimbau agar tetap waspada.
“Hati-hati warga kan kita juga agak sulit mengawasi orang, bawa tas dia bawa alat-alat berbuat gak baik kita gak tahu,” pungkasnya.
















