BANDUNG — Aksi kemanusiaan hadir dari sebuah kedai sederhana di kawasan Dipatiukur, Kota Bandung.
Kedai Lontong Medan, yang sudah beroperasi selama 15 tahun, menjadi perbincangan hangat setelah memasang banner besar berwarna hijau berisi ajakan bagi mahasiswa asal Aceh, Sumut, dan Sumbar untuk makan gratis jika keluarganya terdampak bencana di Sumatera.
Tim Infobandungkota.com menemui pemilik kedai, Tagor Lubis (60), Senin (8/12/2025). Ia mengaku, niat menggratiskan makanan itu muncul begitu saja.
“Ya spontanitas saja dan sederhana sebenernya. Kita sudah tahu bahwa saudara-saudara kita banyak yang terkena bencana di sana. Tidak menutup kemungkinan ada anaknya atau saudaranya yang sedang kuliah di Bandung. Dengan terputusnya hubungan itu bisa jadi masalah buat mereka, termasuk soal keuangan,” ujar Tagor.
Menurutnya, banyak mahasiswa Sumatera merantau ke Bandung. Ia tidak ingin ada yang menahan lapar atau tidak datang ke kedai hanya karena uang kiriman tertunda.
“Makanya dengan pemikiran sederhana itu kita buat banner seperti itu. Jangan kalian lapar, harus makan. Jangan karena gak ada uang. Tetaplah menjaga hubungan silaturahmi, tetap terjaga,” tambahnya.
Mahasiswa Berdatangan, Banyak Kisah Haru
Sejak banner viral, sejumlah mahasiswa telah datang untuk makan di kedai tersebut.
“Saya tidak menghitung-hitung. Tapi dari Kamis pagi sudah ada beberapa orang yang makan di sini,” kata Tagor.
Ia menuturkan salah satu momen yang paling mengharukan seorang mahasiswa dari Sibolga datang dengan wajah sendu.
“Dia mendekat, suaranya tertahan. Kami tanya gimana keluarga di sana? Dia bilang sampai sekarang belum bisa berhubungan. Saya bilang duduk saja dan makan,” ujarnya.
Tanpa KTP, Tanpa KTM: “Jangan Bebani Pikiran Mereka”
Tigor menegaskan pihaknya tidak meminta identitas apa pun kepada mahasiswa yang datang.
“Kami tidak perlu menunjukan identitas. Cukup bilang keluarganya terdampak bencana. Kita jangan bebani lagi pikiran mereka. Jangan minta KTP atau KTM. Itu bisa membebani pikiran mereka,” tegasnya.

Tak Menyangka Viral, Banyak Warga Ikut Berdonasi
Aksinya kemudian viral di Instagram dan TikTok. Tigor mengaku tidak menyangka respons masyarakat akan sebesar ini.
“Niatnya sederhana saja, melayani mereka dengan semampu kita. Makanan seadanya apa yang ada kalian makan saja. Stok habis ya kita masak lagi,” ujarnya.
Namun, viralnya aksi ini justru membuka pintu kebaikan lebih besar. Beberapa warga datang untuk menitipkan donasi.
Tigor bercerita, seorang ibu dari Rancakendal datang langsung membawa uang Rp2,5 juta. Ada juga seorang bapak dari Cisitu yang menahan air mata saat menyerahkan donasi setelah melihat liputan televisi.
“Ternyata ia dosen dari Unpad. Begitu juga yang di medsos, ada yang minta nomor rekening. Tapi saya pesan jangan disebar, saya khawatir terlalu berat tanggung jawabnya, takut tidak sampai ke mereka,” katanya.
Harapan untuk Para Mahasiswa dan Keluarga di Sumatera
Di akhir wawancara, Tagor menyampaikan harapan sederhana.
“Mudah-mudahan badai ini cepat berlalu. Keluarga di sana bisa kembali normal. Adik-adik mahasiswa di sini bisa fokus ke tujuan lagi tanpa beban pikiran,” ucapnya.

Kedai Lontong Medan Dipatiukur kini bukan hanya dikenal sebagai tempat makan, tetapi juga simbol kepedulian warga Bandung untuk saudara-saudara yang mengalami musibah di Sumatera.
















