BANDUNG – Aksi tipu-tipu kini sudah merambah ke aplikasi kencan. Jika tidak berhati-hati, bukan hanya hati yang dicuri, namun duit juga dibawa lari.
Begitulah yang dialami seorang wanita yang merupakan warga Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat.
Wanita berinisial Y (40) harus mengalami kerugian puluhan juta demi memenuhi keinginan pria yang baru dikenalnya dari aplikasi kencan pancari jodoh, Tan-Tan.
Y selaku korban merupakan seorang ibu rumah tangga yang berstatus single parent.
Sedangkan pelaku mengaku namanya Raska mengenalkan diri sebagai single dengan profesi sebagai Dokter Umum di salah satu Rumah Sakit di kota Bandung.
Kasus ini bermula dari perkenalan korban dengan Raska di Aplikasi cari jodoh Tan-Tan pada (23/9/2021). Karena paras Raska yang menawan, korban yang merupakan single parent ini pun tertarik.
“Saya kenal dia baru 3 minggu pertama ketemu hari kamis 23 september 2021. Saya kenal dia di Aplikasi Tan-Tan, namanya Raska, dia bilangnya asli orang karawang sudah lama tinggal di bandung di daerah dago dan dia bilang dines di Rumah Sakit sebagai Dokter Umum,” ucap Korban saat di hubungi infobandungkota.com, Senin (4/10/2021).
Setelah 2 kali bertemu korban, pelaku pun bertujuan untuk berhubungan serius dan bakal dinakahinya.
“Dia tujuanya ingin hubungan serius mrnikahi saya, ke dua kali ketemu hari kelima 30 september 2021, dia datang ke rumah saya dan dia ngajak pergi ke orang tua saya daerah Ciawi Tasik, pada hari Jumat. Tapi enggak jadi alasanya mobil kantor masih dipakai,” Imbuhnya
Korban menjelaskan, jika dirinya yang sudah terayu oleh pelaku, mulai mengikuti kemauannya untuk bertemu kembali, dan pelaku mengajaknya sarapan pagi di pasar sederhana Bandung.
Saat itu pula pelaku melancarkan aksinya dengan membawa kabur satu buah kendaraan motor dan satu Handphone milik korban.
“Hari sabtu pagi dia ngajakin sarapan, kita makan di daerah pasar sederhana dan memakai kendaraan motor saya, dia bilang jadi ke orang tua saya sekitar jam 10-an sehabis sarapan,” ujarnya.
“Sehabis sarapan dia nyuruh saya belanja ke pasar, dia nunggu di tukang nasi kuning sedangkan kunci motor dan hp saya di pegang dia saya begitu percaya sama dia dan tidak punya pikiran kotor, lalu saya masuk ke pasar belanja setelah beres saya ketempat nasi kuning lagi ternyata dia sdah tidak ada,” bebernya.
“Dia membawa motor sama Hp. saya tanya ke ibu nasi kuning bilangnya mau ambil uang ke ATM, lalu saya tungguin sampai satu jam dia tidak ada balik lagi dan WA sama no HP sudah tidak aktif,” tambahnya.
Mereasa telah ditipu oleh pelaku, korban pun telah melaporkannya ke pihak Kepolisian Resor Sukajadi Bandung. Ia berharap agar pelaku segera tertangkap, dan tidak ada korban berikutnya.
















