BANDUNG– Jumlah pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bandung Kiwari semakin sedikit. Bahkan dalam dua bulan terakhir, terpantau pasien yang dirawat setiap harinya di bawah angka 5 orang.
“Pasien Covid-19 di kita dua bulan terakhir tidak terjadi peningkatan cenderung 0, 1, 2, 0 per hari, belum pernah di angka 5,” kata Pelaksana Tugas (plt) Direktur RSUD Bandung Kiwari, Taat Tagore saat ditemui di Taman Sejarah, Rabu (20/7/2022).
Ia pun menegaskan bahwa di RSUD Bandung Kiwari tidak terdapat pasien yang dirawat dalam jumlah puluhan. Pasalnya, penyebaran Covid-19 yang sudah menurun di Kota Bandung.
“Tidak ada (puluhan), mungkin se Kota Bandung. Kalau saya khusus Bandung Kiwari saja. kita paling dari dua, kosong belum ada laporan 5 sehari,” tegasnya.
Menurut Taat, kini Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung sudah menyiapkan dana Rp240 miliar per tahun untuk pelayanan kesehatan universal health coverage (UHC) di Rumah Sakit Bandung Kiwari, termasuk anggaran dari pihak lain untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Pemkot menyediakan alokasi anggaran untuk UHC kurang lebih Rp 240 miliar per tahun atau Rp 20 miliar per bulan dari pemkot, belum dari pusat dan lain-lain belum dari vendor lain,” katanya.
Sehingga masyarakat di Kota Bandung bisa mengakses layanan kesehatan tersebut. Namun perlu diketahui, layanan UHC hanya diperuntukkan khusus masyarakat yang belum menjadi peserta BPJS kesehatan mandiri atau perusahaan.
Pengguna layanan UHC pun dikhususkan beridentitas Kota Bandung lebih dari satu tahun, dan untuk bayi lebih dari satu bulan.
“Kalau mau UHC harus mau di kelas 3 itu persyaratan di situ,” ujarnya.
Namun ada beberapa penyakit yang tidak dicover layanan kesehatan UHC.
Write by Nadia Ayu (Int)
















