BANDUNG — Kegiatan penjangkauan gabungan yang dilakukan Pemerintah Kota Bandung, Sabtu (14/2/2026) dini hari, juga menemukan puluhan pelajar SMP yang berkeliaran tanpa pendamping.
Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, dr. H. Yorisa Sativa, mengungkapkan sedikitnya 40 siswa SMP dari dua kabupaten terjaring dalam kegiatan tersebut.
“Tadi terjaring kurang lebih ada 40 siswa SMP dari dua kabupaten, yang satu dari Kabupaten Cianjur, satu lagi Kabupaten Sukabumi. Langsung kita amankan, langsung lakukan asesmen di tempat. Tidak diproses di kantor, langsung kita kembalikan dan kita antar ke stasiun untuk kembali ke daerahnya,” ujarnya.
Sebagian besar yang terjaring razia, lanjutnya, berasal dari luar Kota Bandung dan langsung ditangani melalui asesmen awal sebelum difasilitasi pemulangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bandung, Dra. Uum Sumiati, menyatakan pihaknya memberi perhatian khusus terhadap anak-anak yang ditemukan berkeliaran pada waktu subuh.
“Hari ini kami bisa ikut langsung bergabung dengan jajaran dari Dinsos dan beberapa OPD lain. Kami sangat fokus terutama pada anak-anak yang terlihat tanpa didampingi orang tua atau orang dewasa, maupun dari pihak sekolah,” katanya.
Ia menyebut sejumlah pelajar masih mengenakan seragam sekolah saat ditemukan bergerombol tanpa pendamping. Kondisi tersebut dinilai rawan dan dikhawatirkan tidak diketahui oleh orang tua mereka.
“Kita coba langsung fasilitasi untuk pengembalian ke daerah asalnya dari Sukabumi dan Cianjur. Dan kita edukasi ke mereka untuk tidak melakukan hal ini kembali karena mereka sangat rawan terjadi sesuatu, apalagi di malam hari mereka beristirahat di mana saja,” jelas Uum.
Ke depan, DP3A akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan serta pemerintah kabupaten asal para pelajar tersebut, termasuk DP3A Kabupaten Sukabumi dan Cianjur, guna mencegah kejadian serupa terulang.
“Kami akan informasikan bahwa ada anak-anak dari kabupaten tersebut yang hadir di Kota Bandung dalam situasi dan kondisi yang menurut kami kurang aman,” pungkasnya.
Selain Penjangkauan dan Penertiban PPKS, Dinas Sosial Kota Bandung, DP3A Kota Bandung dan KPAD Kota Bandung mengamankan siswa Sekolah dari luar Kota Bandung yang berada di seputaran Mesjid Agung Bandung sebanyak 36 siswa.
Tim melakukan pendataan dan Bimbingan kepada para siswa tersebut dan mengantarnya ke Stasiun Kereta Api Bandung untuk pemulangan ke Daerah asal, adapun data siswa – siswa tersebut adalah :
1. SMP 3 karangtengah Kab. Cianjur orang sebanyak 20 orang, Siswa kelas 8 dan 9.
2. SMP PGRI Selabintana Kota Sukabumi 8 orang.
3. SMP Samsu Ulum Kota Sukabumi 8 orang kelas 9.
















