BANDUNG — Promo tiket bus wisata Bandros seharga Rp80 yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam rangka HUT RI ke-80 sekaligus Pekan Qris Nasional 2025, sukses menarik perhatian masyarakat.
Sejak pagi hingga siang hari, antrean panjang terlihat di titik keberangkatan Bandros.
Kasubag TU BLUD Angkutan Dishub Kota Bandung, Ade Surya, menyebutkan antusiasme warga dan wisatawan sangat tinggi. Bahkan jumlah penumpang tercatat meningkat tajam dibanding tahun lalu.
“Berdasarkan data terakhir tahun 2024 sekitar 714 penumpang pada 17 Agustus. Tahun ini, sampai pukul 14.11 sudah ada sekitar 1.123 pengguna. Artinya ada lonjakan penumpang lebih dari 50 persen,” ungkap Ade, Minggu (17/8/2025).
Ia menambahkan, Dishub menurunkan 10 armada Bandros ditambah 2 unit cadangan, sehingga total ada 12 armada yang melayani perjalanan di hari spesial ini.
Ade juga memastikan, pembayaran dengan Qris berjalan lancar tanpa kendala.
“Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada kendala karena sebelumnya sudah diinformasikan kepada masyarakat,” jelasnya.
Ade juga berterima kasih atas dukungan media termasuk infobandungkota yang ikut menyebarkan informasi promo ini.
“Informasi yang disampaikan teman-teman media luar biasa, akhirnya masyarakat sangat antusias menggunakan fasilitas dari Pemkot Bandung yang berkolaborasi dengan Bank Indonesia dalam rangka HUT RI ke-80 dan Pekan Qris Nasional,” katanya.
Sementara itu, salah satu pengunjung asal Cimahi, Dwi, mengaku senang bisa menikmati promo ini bersama keluarga.
“Saya tahu infonya dari Instagram dan TikTok. Harganya anjlok banget jadi Rp80, lumayan banget jadi semua bisa ikut naik. Bayarnya pakai Qris juga gampang, lancar saja,” ucapnya.
Meski begitu, Dwi berharap ke depan sistem pendaftaran bisa lebih efisien agar tidak terjadi antrean panjang.
“Harusnya ada pendaftaran online, jadi nggak terlalu berdesakan kayak tadi. Kalau online mungkin lebih teratur,” ujarnya.
Promo Bandros Rp80 ini berlaku hanya sehari pada 17 Agustus 2025 dengan jam operasional mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.
Rute perjalanan tetap normal melewati kawasan ikonik Kota Bandung seperti Alun-alun, Braga, Wastukencana, Dago, Diponegoro, hingga Asia Afrika.
**
Pewarta: Ferdi Ferdiansyah & Febri Oktapiana
Penulis & Penyunting: Asep Sonny Sonjaya















