BANDUNG – Musik selalu punya cara untuk membawa seseorang kembali ke sebuah masa. Satu lagu bisa mengingatkan pada masa sekolah, pertemanan, kisah cinta, hingga berbagai cerita yang pernah menjadi bagian dari perjalanan hidup.
Semangat itulah yang akan dihadirkan dalam Timeless Project Live PREANGER EDITION yang siap digelar di Laswi Heritage, Bandung, pada 19 September 2026.
Mengusung perpaduan musik, pop culture, dan pengalaman nostalgia, Timeless Project Live mengajak audiens untuk remember, relive, celebrate, dan recharge bersama. Setelah sebelumnya hadir di Medan dan Palembang, kini Bandung menjadi kota berikutnya yang akan menjadi tempat berkumpulnya beragam ikon musik Jawa Barat dalam satu perayaan spesial.
Sejumlah musisi lintas generasi siap meramaikan panggung, di antaranya The Changcuters, Mocca, The Milo, Bottlesmoker, The Panturas, Teenage Death Star, La Luna, White Chorus, Karaokeset, Sarasvati, Pure Saturday, hingga Under The Big Bright Yellow Sun (UTBBYS) feat. Vicky Mono.
Tak hanya itu, acara ini juga akan menghadirkan penampilan spesial dari Ardan Nightmare Side dan Doel Sumbang.
Kehadiran sederet nama tersebut menjadi bukti kuatnya perjalanan musik Jawa Barat, khususnya Bandung, sebagai salah satu kota yang melahirkan banyak musisi dengan karakter, karya, dan warna yang berbeda, namun tetap mampu dinikmati lintas generasi.
“Bandung punya sejarah dan karakter musik yang sangat kuat. Karena itu, ketika kami menyiapkan PREANGER EDITION, kami ingin lineup-nya juga merefleksikan keberagaman cerita dan pengalaman musik yang dimiliki kota ini,” ujar Rijal Asikin, perwakilan RESONINE selaku promotor Timeless Project Live.
Menurut Rijal, setiap musisi yang hadir memiliki cerita tersendiri bagi para pendengarnya. Ada yang telah menemani masa remaja, ada yang menjadi soundtrack di fase kehidupan berikutnya, hingga nama-nama yang membawa warna baru bagi industri musik.
Ketika Musik Menjadi Soundtrack Satu Generasi
Timeless Project Live tak sekadar menawarkan nostalgia. Berbagai musik dan budaya populer yang pernah menjadi bagian dari kehidupan generasi 2000-an dihadirkan kembali untuk mengajak audiens melihat perjalanan hidup mereka dari perspektif hari ini.
Lineup PREANGER EDITION mempertemukan beragam karakter musik dalam satu panggung.
The Changcuters, Teenage Death Star, UTBBYS, dan Pure Saturday hadir membawa warna rock dengan karakter masing-masing. Sementara Mocca dan La Luna menghadirkan nuansa pop yang begitu lekat dengan perjalanan hidup generasi 2000-an.
Pionir shoegaze Bandung, The Milo, juga siap membawakan karya terbaiknya. The Panturas membawa energi surf rock yang lebih kontemporer, sementara Bottlesmoker dan White Chorus merepresentasikan eksplorasi musik elektronik.
Ada pula Sarasvati dengan karya-karya personal dan emosionalnya. Sedangkan penampilan spesial Doel Sumbang dipastikan akan membawa audiens bernostalgia dengan akar budaya pop folk Sunda yang hingga kini tetap relevan.
Tak hanya musik, sisi pop culture Bandung era 2000-an juga akan terasa melalui kehadiran Ardan Nightmare Side. Program radio legendaris yang dahulu menjadi bahan obrolan di berbagai tongkrongan Bandung itu akan hadir secara langsung dan menjadi salah satu pengalaman spesial dalam acara ini.
“Kalau melihat perjalanan satu generasi, soundtrack-nya tentu tidak hanya satu genre. Ada musik yang kita dengarkan ketika masih sekolah, ada yang kita temukan saat kuliah, bekerja, jatuh cinta, atau ketika mulai menjalani kehidupan yang berbeda,” jelas Rijal.
Karena itulah, Timeless Project Live ingin merayakan keberagaman musik yang telah membentuk perjalanan hidup satu generasi.
Dari Remember hingga Recharge
Timeless Project Live akan membawa audiens melewati empat fase pengalaman, yakni Remember, Relive, Celebrate, dan Recharge.
Fase Remember menjadi awal perjalanan. Berbagai instalasi visual bertema era 2000-an akan mengajak pengunjung kembali ke masa-masa penuh kenangan. Mulai dari elemen budaya populer, photo spot, hingga landmark tematik akan menjadi bagian dari pengalaman tersebut.
Kemudian, fase Relive menawarkan pengalaman yang lebih interaktif. Pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas bertema budaya populer era 2000-an, seperti off-air radio experience, marketplace, sesi karaoke, hingga berbagai area interaksi.
Puncak acara hadir dalam fase Celebrate, ketika para musisi tampil di panggung utama. Beragam warna musik akan bertemu dalam satu perayaan kolektif bersama ribuan penonton.
Sementara fase terakhir, Recharge, menjadi pesan utama dari Timeless Project Live. Konser ini diharapkan tak hanya berakhir ketika lagu terakhir dimainkan, tetapi meninggalkan energi baru bagi setiap audiens yang hadir.
“Setiap orang datang ke acara dengan cerita yang berbeda. Ada yang mungkin ingin bernostalgia dengan lagu tertentu, ada yang ingin kembali bertemu musisi yang pernah menjadi bagian dari hidupnya, dan ada juga yang sekadar ingin menikmati musik bersama teman-teman,” pungkas Rijal.
Pada akhirnya, Timeless Project Live PREANGER EDITION bukan hanya tentang mengenang masa lalu. Lebih dari itu, acara ini menjadi ruang untuk merayakan perjalanan, mengenang berbagai cerita, menikmati musik bersama, dan pulang dengan energi baru.
Siap kembali ke era 2000-an? Timeless Project Live PREANGER EDITION akan hadir di Laswi Heritage Bandung pada 19 September 2026.
















