BANDUNG – Peristiwa tak mengenakkan dialami oleh salah seorang pria yang menjadi pembeli di Pasar Cimol, Gede Bage, Kota Bandung, pada Kamis (7/4/2022).
Peristiwa itu dicurahkan di media sosial Instagram dengan akun @sandramoerti.
Ia menceritakan saat bersama kelurganya hendak berbelanja di salah satu toko yang berada di Pasa Cimol.
Disana, ayahnya mendapatkan pengancaman dengan senjata tajam oleh pedagang.
Saat di hubungi infobandungkota, Sandra mengaku karena karena harga tidak deal saat tawar-menawar, ia dan keluarganya pun pergi.
Namun tak berselang lama, peragang tersebut marah dan terjadi cekcok.
“Saat itu kita sekeluarga selesai berbelanja di salah satu toko, ibu saya menawar harga kepada pelaku (pedagang toko tersebut) tidak mencapai kesepakatan, ayah saya memutuskan untuk tidak jadi membeli barang, pelaku merasa ayah saya ngegas, lalu lanjut cekcok dengan ayah saya,” kata Sandra saat dihubungi Infobandungkota, Sabtu (9/4/2022).
Saat itu pelaku menggunakan nada tinggi dan berbicara kasar terhadap ayah Sandra. Lalu pelaku pun mengajak ayahnya ke parkiran yang tidak jauh dari toko pelaku untuk menyelesaiksn masalahnya.
“Waktu cekcok dengan ayah saya pelaku menggunakan nada yang lebih tinggi, saat cekcok tersebut pelaku mengucapkan kata kasar. Lalu pelaku mengajak ayah saya ke parkiran sampai dipisahkan oleh pedagang lainnya,” bebernya.
Namun bukannya penyelesaian yang di dapat oleh Sandra dan keluarga, tetapo pelaku sempat meninggalkan lokasi dan menggambil pisau lalu berlari menuju ayah Sandra dan hampir menusuknya.
“Pelaku sempat meninggalkan tempat kejadian, bukannya selesai, pelaku malah mengambil pisau lalu berlari menuju ayah saya,” ujarnya.
“Ketika melakukan gerak tusuk ke arah perut ayah saya, pelaku didorong oleh adik hingga terjatuh. Saya lalu melakukan kuncian ke leher serta tangan kanannya yang memegang pisau, adik menimpa badan dan ayah memegang kaki pelaku,” tambahnya.
Pada saat melakukan ‘kuncian’ bandan terhadap pelaku, Sandra meminta agar pelaku melepaskan pisaunya. Namun pelaku enggan melepaskan pisaunya, dan pelaku pun di bawa oleh pedagang lainnya.
“Saya berulang kali bilang ‘lepasin pisaunya, lepasin pisaunya’ tapi pelaku enggan melepaskan pisaunya, saya lanjut berteriak
kepada orang-orang sekitar ‘ambil pisaunya’ berulang kali, akhirnya ayah dan adik saya dipisahkan oleh pedagang lain,” kata Sandra.
“Pelaku diberdirikan tetapi saya belum melepaskan kuncian leher, pelaku meminta kuncian leher dilepaskan tapi saya bilang ‘lepasin dulu pisaunya baru saya lepasin’, pisau dilepaskan lalu diambil oleh pedagang yang lain.”
“Setelah saya melepaskan pelaku, pelaku dibawa oleh pedagang-pedagang yang lain meninggalkan lokasi. Setelah kejadian tersebut kami diminta untuk meninggalkan lokasi agar aman,” jelas Sandra.
Merasa tidak terima atas perlakuan pedagang tersebut, Sandra dan keluarga langsung melaporkannya ke Polsek Panyileukan dengan no Laporan Polisi :
LP 1465-/ IV / 2022 / JBR / RES TBS BDG/RES TBS BDG / Sektor Panyileukan Tanggal 07 April 2022.
Sandra berharap, pelaku untuk mengakui serta meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan dan menyerahkan diri kepihak berwajib.
https://twitter.com/neverstopss/status/1512102408322973696?s=20&t=VQcPjhf9JuJmW40lepaJ4w
















