BANDUNG — Proyek pembangunan jalan layang (fly over) di kawasan Jalan Nurtanio, Kota Bandung, menuai sorotan dari warga.
Pasalnya, pembangunan yang mangkrak sejak akhir 2024 itu kini menjadi sumber kemacetan harian, membuat aktivitas warga terganggu.
Sejumlah warga yang beraktivitas di sekitar lokasi proyek mulai mempertanyakan kelanjutan fly over tersebut.
Salah satunya Roliyah (45), seorang pedagang yang sehari-hari membuka lapak tak jauh dari lokasi pembangunan.
“Semoga Pemkot Bandung terus mendorong pemerintah pusat menyelesaikan proyek ini. Anak sekolah dan pedagang seperti saya terdampak, orang-orang yang lewat hanya macetnya saja, tidak ada yang mampir,” ungkap Roliyah, Selasa (17/6/2025).
Keluhan warga pun turut menjadi perhatian Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.
Ia menilai lambatnya progres proyek ini telah menimbulkan keresahan masyarakat.
“Sudah enam bulan tidak ada perkembangan. Warga mulai mengeluh karena kemacetan makin parah. Ini jelas mengganggu mobilitas masyarakat,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (16/6/2025).
Fly over yang semula dirancang untuk mengurai kepadatan lalu lintas di wilayah barat Kota Bandung ini justru menambah persoalan.
Jalur yang menyempit akibat tiang dan material proyek tak terselesaikan menyebabkan antrean kendaraan tak terhindarkan, terutama pada jam sibuk.
Namun demikian, Farhan menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Bandung tak bisa berbuat banyak karena proyek tersebut bukan berada di bawah kendali pemkot.
“Sayangnya, itu bukan proyek milik Pemkot. Kewenangannya ada di pemerintah pusat. Kami pun tidak bisa serta-merta mengalokasikan dana APBD untuk menyelesaikannya,” tegasnya.
Warga kini berharap adanya komunikasi intens antara Pemkot Bandung dan pemerintah pusat agar proyek ini bisa kembali dilanjutkan dan segera rampung, demi kelancaran aktivitas warga yang semakin terdampak setiap harinya.
















