BANDUNG — Inovasi bahan bakar alternatif berbahan limbah jerami bernama Bobibos (Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos) tengah ramai diperbincangkan.
Terobosan ini menuai pro-kontra, namun Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memilih langsung turun ke lapangan untuk melihat performanya.
Pada Selasa (11/11/2025), Dedi melakukan uji coba Bobibos di Lembur Pakuan, Subang, menggunakan mesin traktor diesel. Momen tersebut dibagikan melalui akun Instagram resminya, kemudian diunggah ulang dalam pemberitaan VOD Kompas.tv.
Hasil awalnya cukup mengejutkan. Traktor yang diisi Bobibos yang diklaim memiliki RON 98 berjalan mulus, tarikan terasa lebih ringan, dan asap buangan tampak lebih bersih.
“Ini kita lagi uji coba nih di Lembur Pakuan pakai mesin traktor. Uji coba bahan bakar yang berasal dari jerami,” ujar Dedi Mulyadi, yang saat itu didampingi pencetus Bobibos, Muhammad Ikhlas Thamrin.
Dedi menilai teknologi ini membuka peluang baru bagi petani sekaligus menjadi energi ramah lingkungan yang bisa diandalkan di masa depan.
“Kalau berhasil, jerami yang ada di sawah Lembur Pakuan ini bisa diproses menjadi bahan bakar diesel 2 tak dan 4 tak,” kata KDM, seperti dilansir dari laman Kompas.tv.
Bahkan, tanpa menunggu panjangnya proses birokrasi, Dedi langsung mengumumkan rencana produksi massal.
“Dua minggu lagi panen, kita langsung kerja sama. Dua minggu lagi nanti bahan bakar akan diproduksi massal di Lembur Pakuan. Enggak usah dulu pakai lembaga pemerintah, lama. Pakai lembaga KDM aja,” tegasnya.
Namun optimisme tingkat daerah ini belum sepenuhnya diikuti pemerintah pusat. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan masih harus mempelajari lebih jauh sebelum memberi dukungan resmi.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah tidak ingin terburu-buru menerima klaim tersebut sebelum hasil kajian lengkap tersedia.
“Kita pelajari dulu ya, kita pelajari dulu,” ujar Bahlil singkat usai rapat dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Bahlil menekankan, validasi teknis sangat penting, termasuk aspek keselamatan, kualitas bahan bakar termasuk klaim RON 98 hingga kelayakan komersial. Pemerintah ingin memastikan Bobibos benar-benar aman dan layak sebelum bisa dipasarkan sebagai energi alternatif nasional.
















