BANDUNG – Kementerian Sosial (Kemensos) menjamin kelancaran penyaluran Bantuan Sosial Beras (BSB) di wilayah Kabupaten Bandung.
Kepastian kelancaran penyaluran itu disampaikan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Pemberdayaan Sosial Kemensos, Edi Suharto, dalam Rapat Progres Penyaluran Bantuan Sosial Beras (BSB) wilayah Jawa Barat, yang digelar Sabtu, (3/10/2020).
Dilansir dari laman Galamedia News, rapat Koordinasi (Rakor) dilaksanakan di Kantor Perum Bulog Wilayah Jawa Barat kali ini diikuti oleh perwakilan dari Direktorat PSPKKM, Perum Bulog, transporter PT.BGR, dan Dinas Sosial setempat.
Dalam rapat tersebut, Edi Suharto mendorong percepatan realisasi penyaluran BSB untuk wilayah Jawa Barat.
Sebab, Kemensos ingin target penyaluran BSB Tahap 1 dan 2 dapat terealisasi 100 persen pada minggu pertama Oktober.
“Saya ingin mendengar dari ibu bapak pendamping PKH, Dinas Sosial, Transporter PT. BGR, serta dari Perum BULOG, terkait progres penyaluran BSB ini,” kata Edi, dilansir dari Galamedianews.com, Minggu (4/10/2020).
“Apa kendala-kendala yang ada, lalu langkah-langkah seperti apa yang diambil agar penyaluran BSB dapat selesai di bulan Oktober. Penyaluran BSB tahap 1 dan 2 harus sudah selesai di bulan September,” imbuhnya.
Sementara itu, Pimpinan Wilayah Bulog Provinsi Jawa Barat, Taufan mengaku pihaknya terus berupaya untuk memastikan kualitas dan kuantitas sesuai dengan yang diharapkan oleh Kemensos.
“Mudah-mudahan dengan laju percepatan penyaluran Bantuan Sosial Beras ini, bisa kita penuhi sampai dengan akhir oktober. Dan dari 27 kab/kota yang ada di Jawa Barat, hanya Kota Cirebon yang belum tersalurkan karena ada penundaan. Dan minggu besok jadwal penyalurannya,” harapnya.
Sedangkat untuk penyaluran di lapangan, Koordinator PKH Wilayah Jawa Barat Ahmad Labudi menuturkan, para pendamping PKH antusias menyambut BSB yang akan disalurkan kepada KPM PKH.
Korkot Pendamping PKH Kota Bandung, Korkab Pendamping PKH Kab. Bandung, dan Korwil Pendamping PKH Jawa Barat pun lantas menyampaikan kendala-kendala yang terjadi dilapangan dalam penyaluran BSB dalam rapat tersebut.
Berikut adalah masukan dari mereka terkait penyaluran BSB di lapangan:
1. Para pendamping PKH di lapangan pada prinsipnya sangat siap untuk membantu pendistribusian BSB.
2. Selain itu, tonase yang dikeluarkan perhari dari gudang Bulog harus terus ditingkatkan agar target penyaluran dapat tercapai.
3. Kesiapan armada dari pihak transporter PT. BGR harus disiapkan.
4. Banyak para supir dari transporter ketika ke lapangan tidak membawa kuli angkut, sehingga para pendamping PKH ekstra tenaga berinisiatif membantu menurunkan beras.
5. Pendamping PKH di beberapa daerah harus mengeluarkan uang sendiri untuk menyewa buruh angkut. Karena tidak ada buruh angkut yang disediakan oleh pihak transporter untuk menurunkan beras dari truk di lokasi distribusi.
6. Ada beberapa daerah yang sulit dijangkau. Mobil transporter tidak dapat masuk sehingga memerlukan mobil kecil. Dan mohon ditindak lanjuti serta dipertimbangkan
Sumber: Galamedia News















