BANDUNG – Pemerintah melalui Menteri BUMN, Erick Thohir memberi sinyal bahwa tarif listrik di seluruh Indonesia akan segera dinaikan.
Namun perlu ditegaskan, kenaikan tarif listrik nanti bisa jadi terjadi untuk pelanggan golongan 3.000 VA ke atas.
Sebab pemerintah tidak lagi memberikan kepada masyarakat yang mampu.
“Mungkin listrik pun ke depan yang di atas 3.000 bisa saja ada kebijakan tidak lagi disubsidi karena memang yang mampu,” tegas Erick Thohir, dilansir dari laman Suara.id, Rabu (8/6/2022).
Untuk itu, pemerintah akan lebih prioritaskan subsidi benar-benar kepada masyarakat yang memang kurang mampu.
“Apakah mengenai isu kenaikan harga listrik PLN yang saya yakini pasti pemerintah sama, pasti mementingkan bahwa selama untuk rakyat yang mampu pasti ditanggulangi pemerintah. Tapi memang hari ini kan bukan eranya lagi kita mensubsidi rakyat yang mampu,” tegasnya.
Bahkan Erick menjelaskan bahwa pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) juga telah mendapatkan kompensasi atau pergantian subsidi listrik dari pemerintah setiap enam bulan sekali. Padahal sebelumnya, kompensasi itu bisa cair bertahun-tahun.
“Contoh kompensasi atau pergantian PLN tadinya makan bertahun tahun setelah kami duduk dengan Kementerian ESDM dan Kemenkeu kita ada kesepaktan tiga menteri sehingga setelah di audit akhirnya enam bulan kemudian bisa dibayar,” jelasnya.
Di sisi lain, pemerintah beralasan menaikan harga energi dan komoditas berdampak pada beban subsidi yang semakin meningkat.
Sehingga dengan adanya penyesuaian tarif listrik, diharapkan beban APBN tidak terlalu besar.
Sementara kenaikan listrik yang ditujukan pada golongan orang yang mampu juga membantu masyarakat kelas bawah tetap terlindungi dari kenaikan tarif listrik.
















